Tuesday, June 26, 2012

Makanan dan Minuman Pemain Kesebelasan

KOMPAS.com - Ketika banyak penggemar terpesona pada kelincahan Cristiano Ronaldo, banyak yang tidak sadar bahwa makanan yang dikonsumsi berpengaruh besar pada performanya. Barulah ketika 10 pemain Ukraina keracunan ”salad” sebelum pertandingan uji coba melawan Turki, orang-orang menginsafi makanan berpengaruh penting.


Partai uji coba sebelum laga di Piala Eropa 2012 itu akhirnya berakhir 0-2 bagi kekalahan Ukraina. Memang tidak dijelaskan sejauh mana pengaruh keracunan itu pada penampilan tim.

Namun, yang jelas kasus itu merupakan contoh betapa berpengaruhnya makanan. Beruntung empat hari sebelum laga perdana Ukraina menghadapi Swedia di babak penyisihan Grup D, semua pemain sudah bergabung dalam latihan.

Pelatih Arsenal Arsene Wenger pernah mengibaratkan pengaruh makanan bagi pemain sepak bola seperti dampak jenis bahan bakar tertentu bagi mobil. ”Jika kamu salah mengisinya ke dalam mobilmu, mobil itu tidak akan bergerak cepat seperti yang semestinya,” ujar Wenger.

Wenger dikenal sebagai pelatih yang menginspirasi klub-klub di Liga Primer Inggris untuk mengubah metode dan kebiasaan makan para pemain. Itu setelah ia melakukannya bagi Arsenal seusai melatih Nagoya Grampus Eight di Jepang pada 1996 lalu.

Situs about.com yang menjadi bagian New York Times Company menyebutkan sejumlah bahan makanan lalu menjadi menu pokok bagi rata-rata pemain Arsenal. Beberapa di antaranya adalah sayur-sayuran, pasta, dan ikan yang direbus.

Ikan juga yang menjadi favorit bagi Ronaldo. Chef tim nasional Portugal Luis Lavrador, seperti dikutip laman Ronaldo7.net, mengatakan, beberapa menu kegemarannya berbahan dasar ikan. ”Perlu diperhatikan bahwa Ronaldo makan semua yang disajikan sebagaimana mestinya atlet yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Namun, yang sangat disukainya ialah makanan yang terdiri atas bahan dasar sejumlah jenis ikan. Beberapa di antaranya ikan kakap dan ikan todak.

Ronaldo juga gemar makan buah dan hidangan penutup. Namun, Lavrador menekankan bahwa Ronaldo selalu disiplin pada jenis makanan dan senantiasa mengonsumsi hidangan yang mengandung buah.

Penyerang andalan ”Selecao Eropa” kelahiran Kepulauan Madeira, Portugal, pada 27 tahun lalu itu juga gemar minum jus. Beberapa jenis buah yang doyan dikonsumsinya sebagai minuman adalah apel, nanas, dan pir.

Namun, itu soal makanan kegemaran. Bagi pemain kesebelasan, menu diet ketat sebelum dan selama masa kompetisi adalah kewajiban yang bisa jadi berbeda dengan makanan kesukaan.

Jika ini tidak dipatuhi, program latihan tidak akan bisa dijalankan. Selain akan mudah didera keletihan, para pemain juga akan berakhir seperti yang dikhawatirkan Wenger.

Karena itulah, seperti yang dikutip dari laman worldsoccer.about.com, setidaknya ada delapan nutrisi dasar yang dibutuhkan setiap pemain. Masing-masing adalah karbohidrat sederhana, karbohidrat kompleks, lemak jenuh, lemak tak jenuh, protein, vitamin dan mineral, serat, serta air.

Karbohidrat yang banyak mengandung energi mengambil porsi terbesar kebutuhan seorang pemain. Persentasenya mencapai 70 persen yang diharapkan menyuplai antara 2.400 dan 3.000 kalori.

Sayangnya, banyak pemain mengonsumsi kurang dari batasan optimal ini. Padahal, kekurangan karbohidrat sebelum bertanding bisa menyebabkan rendahnya kadar glikogen.

Ini berarti keletihan akan mudah menyerang para pemain, terutama pemain yang diharapkan tampil selama dua babak penuh.

Karbohidrat paling baik dikonsumsi dalam rentang waktu antara tiga jam dan setengah jam sebelum pertandingan. Hanya sedikit protein dibolehkan karena akan memperberat kerja tubuh melakukan pencernaan. Sementara konsumsi lemak mesti dihindari.

Adapun protein yang dikombinasikan dengan karbohidrat perlu dikonsumsi seusai laga. Ini penting untuk mengembalikan keseimbangan tubuh, terutama kandungan protein yang banyak terkuras.

Minum sedikit secara rutin dalam periode tertentu menjadi kunci penting yang menunjang performa pemain. Namun, perhelatan Piala Eropa 2012 tidak banyak mengungkap makanan dan minuman setiap tim.

Hanya ada laporan singkat mengenai satu truk berisi 500 buah melon yang dikirim perusahaan El Monarca langsung dari Murcia, Spanyol, bagi anak-anak asuhan Vicente del Bosque. Itu pun seusai ”La Furia Roja” bermain imbang 1-1 menghadapi Italia di partai pembuka. Untuk melawan Portugal di semifinal, mereka jelas membutuhkan lebih dari sekadar melon.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...